Akibat dan Bahaya Tidak Jujur
Pemateri : Ust. Hadi. Nurhadi Husain. Lc. MA.
Penulis : Andri syahputra/Abu Muaffa (MAHASISWA INSTITUT SAINS Al-QURAN (ISQ) SYEIKH IBRAHIM)
Alhamdulillah puji syukut kita kehadirat Allah subhanahu wata’ala yang
dengan rahmat, karunia serta hidayah-Nya jualah kita dapat bernafas
hingga detik ini, kita dapat merasakan nikmatnya islam dan iman. Serta
saya dapat menulis kembali kajian yang saya dengarkan dari para
asaatidzah.
Shalawat serta salam semoga tidak hentinya kita
haturkan kepada junjugan kita yakni Nabi besar Muhammad shallallahu
‘alaihi wasallam, yang mana beliau telah membawa kita dari zaman
kejahilan kezaman yang terang benderang dengan ilmu pengetahuan seperti
yang kita rasakan kita sekarang ini
Setelah malam tadi kita
dengarkan kajian tentang Untungnya Menjadi Orang yang Jujur, maka pada
pagi ini saya akan menyampaikan kebalikan dari kajian kita malam tadi
yakni Akibat dan Bahaya Tidak Jujur.
Kebohongan atau dusta adalah
suatu perilaku tercela dalam agama kita bahkan seluruh agama yang ada di
permukaan bumi ini. Dusta tidak hanya merusak secara zhahir tapi juga
secara batin. Dusta sangat dibenci Allah subhanahu wata’ala dan banyak
disebutkan dalam al-quran. Inilah beberapa bahaya dari Dusta atau
Ketidakjujuran :
1. Mendapatkan ‘adzab yang pedih
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam al-quran surah al-baqarah ayat 10 yang berbunyi :
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan
bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta”
(QS.Al-Baqarah: 10)
2. Allah akan menghitamkan wajah para pendusta dihari kiamat
Sebagaimana yang difirmankan Allah tabaraka wata’ala dalam surah az-zumar ayat 60, sebagai berikut :
وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم
مُّسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta
terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam
itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?”
3. Kedustaan jalan Menuju Neraka
Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disebutkan :
« إياكم والكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور ، وإن الفجور يهدي إلى النار ،
وإن الرجل ليكذب ، ويتحرى الكذب ، حتى يكتب عند الله كذابا ، وعليكم بالصدق
، فإن الصدق يهدي إلى البر ، وإن البر يهدي إلى الجنة ، وإن الرجل ليصدق
ويتحرى الصدق ، حتى يكتب عند الله صديقا » ( صحيح ) _ وأخرج البخاري ومسلم
نحوه ، مختصر صحيح مسلم 1809 ، صحيح الجامع 4071 .
”Jauhilah oleh
kalian dusta, karena dusta menjerumuskan kepada perbuatan dosa, dan
perbuatan dosa mejerumuskan kepada Neraka. Dan sesungguhnya seseorang
berdusta, dan membiasakan diri dengannya sehingga dicatat di sisi Allah
sebagai “Kadzdzab”. Dan hedaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran
menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada Surga. Dan
sesungguhnya seorang laki-laki bersikap jujur dan bersungguh-sungguh
untuk jujur, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai ”Shiddiq”.” (Shahih,
riwayat Imam al-Bukhari dan imam Muslim dengan sedikit perbedaan
redaksi. Lihat Mukhtashar Shahih Muslim 1809, Shahih al-Jami’ 4071)
4. Kemurkaan Allah
Orang yang pendusta dihari kiamat kelak akan mendapatkan murka Allah
subhanahu wata’ala yang berarti ia terhindarkan dari sifat Rahiim nya
Allah.
5. Dusta merupakan dosa yang besar
إِنَّ الَّذينَ
جاؤُو بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ
هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ
وَ الَّذي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذابٌ عَظيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang datang membawa berita bohong itu adalah
golongan kamu juga. Janganlah kamu kata bahwa perbuatan mereka itu
membawa akibat buruk bagi kamu, bahkan itu adalah mem¬baikkan. Setiap
orang akan men¬dapat hukuman dari sebab dosa yang dibuatnya itu. Dan
orang yang mengambil bagian terbesar akan mendapat siksaan yang besar
pula”
6. Disebut sebagai orang yang tidak beriman
Dusta atau
kebohongan akan menghilangkan cahaya iman yang memancar dari dalam
dirinya, sebagaimana yang disebutkan Allah ta’ala dalam surah An-Nahl
ayat 105, sebagai berikut :
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang
tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang
pendusta.”
Yaa ikhwah fillah..
Setelah kita mengetahui
buruknya dusta atau kebohongan marilah kita lebih semangat untuk
meninggalkan perbuatan tercela itu, yakni sifat dusta. Semoga kita
menjadi hamba-hamba Allah yang jujur dalam perbuatan dan perkataan dan
hati serta jauh dari sifat dusta.
Wallahua’lam, wabillahit taufiq
Wassalmu’alaikum warohmatullah wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar