Rabu, 02 Desember 2015

PENGAJIAN SUBUH MASJID AGUNG MADANI ISLAMIC CENTRE PASIR PENGARAIAN-ROKAN HULU

Akibat dan Bahaya Tidak Jujur

Pemateri : Ust. Hadi. Nurhadi Husain. Lc. MA.
Penulis : Andri syahputra/Abu Muaffa (MAHASISWA INSTITUT SAINS Al-QURAN (ISQ) SYEIKH IBRAHIM)
Alhamdulillah puji syukut kita kehadirat Allah subhanahu wata’ala yang dengan rahmat, karunia serta hidayah-Nya jualah kita dapat bernafas hingga detik ini, kita dapat merasakan nikmatnya islam dan iman. Serta saya dapat menulis kembali kajian yang saya dengarkan dari para asaatidzah.
Shalawat serta salam semoga tidak hentinya kita haturkan kepada junjugan kita yakni Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana beliau telah membawa kita dari zaman kejahilan kezaman yang terang benderang dengan ilmu pengetahuan seperti yang kita rasakan kita sekarang ini
Setelah malam tadi kita dengarkan kajian tentang Untungnya Menjadi Orang yang Jujur, maka pada pagi ini saya akan menyampaikan kebalikan dari kajian kita malam tadi yakni Akibat dan Bahaya Tidak Jujur.
Kebohongan atau dusta adalah suatu perilaku tercela dalam agama kita bahkan seluruh agama yang ada di permukaan bumi ini. Dusta tidak hanya merusak secara zhahir tapi juga secara batin. Dusta sangat dibenci Allah subhanahu wata’ala dan banyak disebutkan dalam al-quran. Inilah beberapa bahaya dari Dusta atau Ketidakjujuran :
1. Mendapatkan ‘adzab yang pedih
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam al-quran surah al-baqarah ayat 10 yang berbunyi :
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta” (QS.Al-Baqarah: 10)

2. Allah akan menghitamkan wajah para pendusta dihari kiamat
Sebagaimana yang difirmankan Allah tabaraka wata’ala dalam surah az-zumar ayat 60, sebagai berikut :

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُم مُّسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِّلْمُتَكَبِّرِينَ
“Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?”

3. Kedustaan jalan Menuju Neraka
Dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam disebutkan :
« إياكم والكذب فإن الكذب يهدي إلى الفجور ، وإن الفجور يهدي إلى النار ، وإن الرجل ليكذب ، ويتحرى الكذب ، حتى يكتب عند الله كذابا ، وعليكم بالصدق ، فإن الصدق يهدي إلى البر ، وإن البر يهدي إلى الجنة ، وإن الرجل ليصدق ويتحرى الصدق ، حتى يكتب عند الله صديقا » ( صحيح ) _ وأخرج البخاري ومسلم نحوه ، مختصر صحيح مسلم 1809 ، صحيح الجامع 4071 .

”Jauhilah oleh kalian dusta, karena dusta menjerumuskan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa mejerumuskan kepada Neraka. Dan sesungguhnya seseorang berdusta, dan membiasakan diri dengannya sehingga dicatat di sisi Allah sebagai “Kadzdzab”. Dan hedaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukkan kepada Surga. Dan sesungguhnya seorang laki-laki bersikap jujur dan bersungguh-sungguh untuk jujur, sehingga dicatat di sisi Allah sebagai ”Shiddiq”.” (Shahih, riwayat Imam al-Bukhari dan imam Muslim dengan sedikit perbedaan redaksi. Lihat Mukhtashar Shahih Muslim 1809, Shahih al-Jami’ 4071)

4. Kemurkaan Allah
Orang yang pendusta dihari kiamat kelak akan mendapatkan murka Allah subhanahu wata’ala yang berarti ia terhindarkan dari sifat Rahiim nya Allah.

5. Dusta merupakan dosa yang besar
إِنَّ الَّذينَ جاؤُو بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَ الَّذي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذابٌ عَظيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang datang membawa berita bohong itu adalah golongan kamu juga. Janganlah kamu kata bahwa perbuatan mereka itu membawa akibat buruk bagi kamu, bahkan itu adalah mem¬baikkan. Setiap orang akan men¬dapat hukuman dari sebab dosa yang dibuatnya itu. Dan orang yang mengambil bagian terbesar akan mendapat siksaan yang besar pula”

6. Disebut sebagai orang yang tidak beriman
Dusta atau kebohongan akan menghilangkan cahaya iman yang memancar dari dalam dirinya, sebagaimana yang disebutkan Allah ta’ala dalam surah An-Nahl ayat 105, sebagai berikut :
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.”

Yaa ikhwah fillah..
Setelah kita mengetahui buruknya dusta atau kebohongan marilah kita lebih semangat untuk meninggalkan perbuatan tercela itu, yakni sifat dusta. Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yang jujur dalam perbuatan dan perkataan dan hati serta jauh dari sifat dusta.
Wallahua’lam, wabillahit taufiq
Wassalmu’alaikum warohmatullah wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar